Jumat, 26 Juni 2026

Dara(h) Savana tentang Stigma dan Cinta Ndaina

Judul

:

Dara(h) Savana tentang Stigma dan Cinta Ndaina

Penulis

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama

Tahun Cetak

:

2026

Halaman

:

252

ISBN

:

978-623-7514-89-3

Harga

:

Rp. 80.000         

Status

:

Ada


Ndaina, dalam bahasa Sumba Barat Daya, berarti suwanggi. la bukan sekadar kata. la adalah bayang-bayang. la adalah tuduhan tanpa pengadilan, vonis tanpa pembelaan. Dalam imajinasi masyarakat, suwanggi dipercaya sebagai penyebab sakit, kematian, kegagalan panen, dan musibah yang tak terjelaskan. Ketika ilmu dan empati berhenti bekerja, maka mitos sering kali dipanggil untuk menjawab ketakutan. Dan dari situlah, stigma dilahirkan.

Judul Dara(h) Savana sengaja ditulis dengan tanda kurung yang memisahkan sekaligus menyatukan makna. Dara merujuk pada gadis savana, gadis Sumba, perempuan yang lahir, tumbuh, dan ditempa oleh alam savana yang keras namun indah. la adalah simbol kehidupan, keteguhan, dan keberanian untuk bertahan di tanah yang menuntut kekuatan sekaligus kesabaran. Dalam sosok gadis savana, terhimpun harapan akan generasi yang berani melampaui warisan ketakutan.

Sementara itu, (h) menghadirkan makna lain: darah. Darah adalah sumber kehidupan, pengikat keluarga, dan tanda keberlanjutan manusia. Namun dalam kisah ini, darah juga mengalami pergeseran makna, dari sesuatu yang menghidupi menjadi sesuatu yang dicurigai. Darah keluarga Nono dianggap kotor, panas, dan berbahaya karena cap suwanggi yang dilekatkan kepada mereka. Darah yang seharusnya menyatukan justru dijadikan  alasan untuk memisahkan, mengucilkan, bahkan memusnahkan.

Dengan demikian, Dara(h) Savana berbicara tentang tubuh dan stigma, tentang perempuan dan darah, tentang kehidupan yang tumbuh di tanah savana namun terus dibayangi ketakutan kolektif. la adalah kisah tentang bagaimana identitas manusia direduksi menjadi mitos, dan bagaimana cinta, yang lahir dari seorang gadis savana, berusaha memulihkan kembali makna darah sebagai kehidupan, bukan kutukan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...