Minggu, 25 Agustus 2019

Sejarah Islam di Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Sejarah Islam di Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Munandjar Widiyatmika
Penerbit
:
Pusat Pengembangan Madrasah Kanwil Departemen Agama Propinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun Cetak
:
2004
Halaman
:
154
ISBN
:
-
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Penerbitan buku Sejarah Islam Nusa Tenggara Timur pada saat ini merupakan momen yang sangat tepat mengingat kondisi saat ini tidak banyak hal yang diketahui secara lebih rinci tentang ummat Islam di Nusa Tenggara Timur. Penerbitan buku ini juga dimaksudkan untuk mengisi kekosongan informasi tentang ummat Islam di Nusa Tenggara Timur. Sejalan dengan otonomi daerah dan pemberlakukan kurikulum Berbasis Kompetensi, sangat diperlukan informasi tentang daerah dalam berbagai aspek sebagai masukan pembelajaran berdasarkan KBK.
Pada tahap pertama untuk mempercepat sosialisasi informasi tentang Sejarah Ummat Islam, buku ini akan disebarkan kepada seluruh Madrasah di Nusa Tenggara Timur dan menjadi salah satu acuan materi muatan local bagi Madrasah di Nusa Tenggara Timur.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Sudah Lama Tidak Bercinta, Ketika Bercinta Tidak Lama

Judul
:
Sudah Lama Tidak Bercinta, Ketika Bercinta Tidak Lama Kumpulan Puisi
Penulis
:
Berto Tukan
Penerbit
:
EA Books
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
178
ISBN
:
978-602-516-952-6
Harga
:
Rp. 65.000
Status
:
Kosong


Nina Bobo

kau tertidur dalam bayangan
nafasmu, dengus kerinduan
dan kucium aroma kelelahanmu
pundah dan kaki, riak kulit
yang mengarungi beribu duka

terbawa hujan
sebelumnya nangkring di awan
dan baragkali dilahirkan lautan

ada sesuatu pada malam
yang lupa kubisikan padamu;
genang air pada gang sepi
ada dan siasia

aku pun lupa

seperti gelap malam yang melingkupi lelap kita
itulah sumber air mata

sesekali gelap malam yang melingkupi lelap kita
itulah sumber air mata

sesekali kendaraan bermotor memecah kesunyian
dan engkau ada beberapa meter di atasnya
meski gerimis berhamburan
pengemudi mengenakan helm
siasialah butir air

kutulis puisi ini ketika
nafasmu yang berat memasuki rongga telingaku
dan bayangan wajahmu sembunyi di
ketiak bantal tergambar
pada uraturat syarafku

tak ada malam yang lebih tenang dari malam
dengan tubuhmu dalam pelukan pikiranku

dan ketika tuts stop itu kuelus
ada perih menggelitik di rongga dada

2014 

Kolonel Inf. Agus Hernoto Legenda Pasukan Komando (Dari Kopassus Sampai Operasi Khusus)

Judul
:
Kolonel Inf. Agus Hernoto Legenda Pasukan Komando (Dari Kopassus Sampai Operasi Khusus)
Penulis
:
Bob H. Hernoto, MBA dan Hendri F. Isnaeni
Penerbit
:
Kompas
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
232
ISBN
:
978-602-412-227-0
Harga
:
Rp. 80.000
Status
:
Kosong

Kisah legendaris seorang prajurit komando berkaki satu yang tetap mengabdi di Angkatan Darat dan kemudian menjadi intel andal: Agus Hernoto

Sebagai anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Agus memimpin Operasi Banteng I dalam rangka pembebebasan Irian Barat. Kaki kirinya diamputasi karena tertembak tentara Belanda. Kendati masih dapat menjalankan tugas dengan baik, dia dikeluarkan dari RPKAD karena invalid (cacat). Atasan langsung sekaligus sahabatnya, Benny Moerdani memprotes kebijakan Komandan RPKAD itu. Akibatnya, Agus dan Benny dikeluarkan dari RPKAD.

Agus sempat bergabung dengan Resimen Tjakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Soekarno. Sedangkan Benny pindah ke Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Agus dan Benny kemudian bergabung dengan Operasi Khusus (Opsus) yang dipimpin oleh Ali Moertopo dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Soeharto. Di Opsus, Agus menjadi orang kepercayaan Ali dan Benny. Bahkan, siapa pun yang ingin bertemu dengan Ali dan Benny harus melalui Agus sehingga ada ungkapan bahwa “Agus di Opsus, Opsus di Agus.”

Menjelang akhir tahun 1975, Agus Hernoto tampak sering mengemudikan Jeep Wilis terbuka seorang diri di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Dia menjenguk para korban pertempuran yang dirawat di rumah sakit di pinggiran Atambua. (Operasi Timor Timur hal. 135)

Dari yang Indah Sampai yang Membara “Percikan Pengalaman dari Emaus”

Judul
:
Dari yang Indah Sampai yang Membara Percikan Pengalaman dari Emaus
Editor
:
Alfred B. Jogo Ena
Penerbit
:
Bajawa Press
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
204
ISBN
:
978-602-7576-19-3
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Kosong


Buku “Dari yang Paling Indah sampai yang Membara, Percikan Pengalaman dari Emaus” yang ditulis oleh 25 orang penulis Katolik Atambua ini, merupakan sebuah bentuk pembelajaran sekaligus sumbangan yang berharga bagi generasi muda dan pembaca. Dengan terbitnya buku perdana ini, sebagai Vikjen Keuskupan Atambua yang turut hadir pada pembukaan dan penutupan kegiatan diklat merasa gembira karena mereka berani untuk menuliskan pengalaman mereka. Sebab sekecil apapun pengalaman yang dituliskan amat berguna bagi sesama yang membaca (P. Vincentius Wun, SVD, Vikjen Keuskupan Atambua)
Buku ini hadir berkat kerja keras para penulis yang ikut dalam pelatihan menulis selama 2 hari. Lihatlah apa yang mereka tulis. Bacalah apa yang mereka pesan. Abaikan usia mereka, karena itu akan membuatmu sulit menerima tulisan mereka sebagai bagian yang indah sekaligus membara dari hidup kita. Mari kita berbangga atas hadirnya para penulis baru di tengah-tengah kita. (Alfred B. Jogo Ena, editor)

Prosesi Duka Jumat Agung: Wajah Kristus Macam Apa?

Judul
:
Prosesi Duka Jumat Agung: Wajah Kristus Macam Apa?
Penulis
:
F. N. Lakebelek Teluma, MSF
Editor
:
Alfred B. Jogo Ena
Penerbit
:
Bajawa Press
Tahun Cetak
:
2015
Halaman
:
212
ISBN
:
978-602-7576-64-3
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Kosong


Setiap tahun umat Katolik di Larantuka merayakan Prosesi Duka Jumat Agung, sebuah prosesi iman yang sarat dengan pesan teologi penderitaan. Buku ini membantu kita untuk merenungkan Kristus macam apa yang diimani.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...