Jumat, 07 Oktober 2022

Kesaksian Aku dan Timor Timur

Judul

:

Kesaksian Aku dan Timor Timur

Penulis

:

F.X. Lopes da Cruz

Penyunting

:

Save M. Dagun dkk

Penerbit

:

Yayasan Tunas Harapan Timor Timur

Tahun Cetak

:

1999

Halaman

:

217

ISBN

:

979-95762-0-2

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Ada

 

Francisco Xavier Lopes da Cruz adalah salah satu dari sedikit barisan pejuang Timor Timur kelas pionir yang memahami betul denyut nadi historis bangsanya. Karir dan pengalaman beliau setua konflik yang pecah di Timor Timur era modern.

Ia terlibat langsung dalam setiap peristiwa akbar yang menjadi simpul sejarah masyarakatnya. Nyaris di semua penggal historis yang amat menentukan nasib dan posisi orang-orang Timor Timur, ia menebar pengaruh besar yang sama sekali tak bisa diabaikan.

Dalam posisi sebagai ketua UDT, penekan Deklarasi Balibo dan kemudian Dubes Keliling RI, beliau memang tidak netral. Beliau penyokong sekaligus pembela yang gigih integrasi Timor Timur ke pelukan RI. Ia bersebrangan dengan tokoh-tokoh Fretelin yang menghendaki pemerdekaan diri.

Dalam periode segenting sekarang ini, orang-orang Timor Timur, pada khususnya, dan masyarakat Indonesia dan komunitas antar bangsa, pada umumnya, menanti-nanti momen ketika Pak Lopes dan Cruz tampil dan bicara di depan publik lewat otobiografinya untuk menjawab pertanyaan ini: Mengapa bumi Lorosae tak pernah tentram? Mengapa konflik terus menggerusnya dari waktu ke waktu? Di era kolonial ia tertindas; di era perang saudara, ia berdarah; di era integrasi, ia terteror; di era reformasi, ia tak pasti!

 

Selasa, 04 Oktober 2022

Liontin Sakura Patah

Judul

:

Liontin Sakura Patah

Penulis

:

Maria Matildis Banda

Penerbit

:

PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Cetak

:

2001

Halaman

:

84

ISBN

:

978-979-695-016-4

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Kosong

 

Kayo. Seorang pemuda Jepang, mendapat semacam tugas dari neneknya untuk mencari almarhum kakeknya yang hilang di Indonesia semasa pendudukan Jepang. Dia sama sekali tidak mengetahui di mana kubur kakeknya itu, namun dengan setia mencari ke pelosok-pelosok Indonesia hanya berbekal intuisinya. Akhirnya sampailah ia di Bali, bertemu seorang gadis bernama Rosalia, guru bahasa Jepang yang berasal dari Flores.

Pertemuan yang tidak disengaja gara-gara liontin Ros itu ternyata mendekatkan mereka. Rosalia sering menertawakan pemuda Jepang itu, sebab pikirnya usaha Kayo akan sia-sia saja. Sampai pada suatu hari gadis itu harus pulang ke kampungnya untuk menghadiri upacara adat yang berkaitan dengan kematian yang tidak wajar. Pada waktu itulah ia diberi tahu neneknya bahwa ternyata ada hubungan antara kakek Kayo dan kampungnya itu, buktinya adalah sebuah liontin sakura. Antara Kayo, Ros dan liontin itu ternyata ada hubungan-hubungan.

Novel pendek ini ditulis dengan lancar, berlatar belakang masyarakat yang jarang sekali kita temui dalam karya sastra kita. Maria Matildis Banda menyusun latarnya dengan baik, sebagai bagian dari unsur lain yakni perwatakan tokoh-tokoh perempuan dan dialog. Novel ini memberi sumbangan terhadap pengetahuan kita tentang kebinekaan kebudayaan kita. (Supardi Djoko Damono)


Pada Taman Bahagia

Judul

:

Pada Taman Bahagia

Penulis

:

Maria Matildis Banda

Penerbit

:

PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun Cetak

:

2001

Halaman

:

90

ISBN

:

978-979-695-01-57

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Kosong

 

Novel yang baik biasanya berakar pada masyarakat dan kebudayaan tertenytu, yang memiliki berbagai masalah yang harus dipecahkan anggota-anggotanya. Masalah itulah yang mendorong orang untuk menyusun cerita. Pada Taman Bahagia adalah sebuah novel yang memenuhi syarat itu, disamping disusun dalam komposisi yang rapi. Yang mengikat novel ini menjadi suatu komposisi yang utuh adalah, seperti biasanya, masalah cinta sejati yang kesampaian. Itulah yang menimpa Veronika, yang sekaligus kehilangan kekasih dan iparnya.

Seperti dalam ceritanya yang lain, Maria menyusun cerita mengenai kisah cinta yang teguh seorang wanita, diikat dalam semacam ketegangan cerita detektif, dan didukung oleh warna lokal yang digambarkan dengan sangat baik. Novel ini merupakan contoh dari suatu proses yang paradoksal, yang sekarang ini terjadi dalam perubahan kebudayaan kita. Globalisasi tidak mungkin dielakkan, kitapun ternyata ikut didalamnya dan sekaligus mencari jawaban pertanyaan siapa diri kita ini sebenarnya. Mau tidak mau pertanyaan semacam itu menggiring kita untuk “Mengusut” asal-usul kita, untuk memperhatikan kembali kebudayaan yang telah membesarkan kita. (Supardi Djoko Damono)


Persepsi, Sikap, dan Prasangka dalam Komunikasi Antar Budaya

Judul

:

Persepsi, Sikap, dan Prasangka dalam Komunikasi Antar Budaya

Penulis

:

Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S.

Penerbit

:

Rajawali Pers

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

302

ISBN

:

978-623-372-351-0

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Kita hidup dalam masyarakat yang multikultur atau masyarakat dengan kebera gaman budaya. Keberagaman budaya itu mengandung keberagaman budaya dan subbudaya dalam suku bangsa, agama, ras, golongan, gender, usia, generasi, dan lain-lain. Sementara itu, dalam hidup keseharian, kita tidak hanya terikat pada satu identitas, tetapi memiliki lebih dari satu identitas. Beragam faktor identitas inilah juga menggambarkan budaya dan subbudaya yang memengaruhi persepsi, sikap, dan prasangka ketika kita berkomunikasi antarbudaya.

Buku ini menyajikan uraian secara ringkas dan padat, namun jelas dengan beberapa contoh teori dan penelitian empiris yang dimulai dengan uraian dalam Bab 1 tentang persepsi. Diikuti oleh Bab 2 tentang persepsi antarbudaya; Bab 3 tentang hakikat nilai-nilai budaya; Bab 4 tentang norma-norma sosial dan budaya; Bab 5 tentang bagaimana kepentingan nilai dan norma dalam komunikasi antarbudaya; Bab 6 tentang status, peran dan identitas budaya; dan Bab 7 tentang bagaimana beragam identitas itu berperan dalam komunikasi antarbudaya.

Hal-hal yang tergambar dalam bab-bab sebelumnya itu mengarahkan pola pikir untuk menyimak hakikat prasangka dalam Bab 8, yang diikuti oleh bagaimana prasangka kita “dilampiaskan” melalui stereotip sebagaimana diuraikan dalam Bab 9. Selain itu juga diterangkan tentang hubungan antara prasangka dan diskriminasi dalam Bab 10. Kemudian, diuraikan juga mengenai afeksi, emosi, dan prasangka pada Bab 11 dan dilanjutkan pada Bab 12 mengenai pengaruh prasangka terhadap komunikasi antarbudaya yang diuraikan dalam beberapa contoh riset. Karenanya, buku ini penting untuk dimiliki mahasiswa, akademisi, dan praktisi Ilmu Komunikasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai komunikasi antarbudaya.

 

Wacana Komunikasi Organisasi

Judul

:

Wacana Komunikasi Organisasi

Penulis

:

Prof. Dr. Alo Liliweri, M.S.

Penerbit

:

CV. Mandar Maju

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

554

ISBN

:

979-538-251-9

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Buku ini terdiri dari: 1. Memahami Organisasi sebagai Wadah dan Proses Kerjasama; 2. Konsep Dasar-dasar Komunikasi; 3. Hakikat Komunikasi dalam Organisasi; 4. Prinsip-prinsip Komunikasi Antarpribadi dalam Organisasi; 5. Prinsip-prinsip Komunikasi Kelompok dalam Organisasi: 6. Catatan Tentang Kepemimpinan; 7. Motivasi dalam Organisasi; 8. Human Relations dalam Organisasi; 9. Konflik Manajemen dan Manajemen Konflik dalam Organisasi; 10. Menjadi Pemimpin dan Manajer dalam Keberagaman Budaya; 11. Budaya Organisasi; 12. Sumbangan Studi Ilmu Komunikasi dalam Komunikasi Bisnis Antarbudaya di Era Globalisasi; 13. Memahami Makna Simbol dalam Komunikasi; 14. Merancang Struktur Organisasi (Pemerintah) yang Komunikatif; 15. Etnokrasi sebagai Tantangan Good Governance dalam Otonomi Daerah; 16. Teknologi Informasi dalam Organisasi; 17. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Transformasi Organisasi; dan 18. Sekilas Tinjauan tentang Teori Komunikasi Organisasi.

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...