Sabtu, 24 Agustus 2019

Bung Karno, Gereja Katolik SVD & Pancasila - Pentigraf Rindu

Judul
:
Bung Karno, Gereja Katolik SVD & Pancasila - Pentigraf Rindu Akan Sosok Bung Karno
Penulis
:
Alfred B. Jogo Ena
Penerbit
:
Bajawa Press
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
128
ISBN
:
978-602-7576-88-9
Harga
:
Rp. 65.000
Status
:
Kosong


Penulisan sejarah tak harus rumit. Justru dengan memakai model sastra, lebih-lebih pentigraf, pembaca akan lebih mudah memahami dan menghayati sejarah. Alfred telah memulai sebuah tradisi penulisan sejarah dengan memakai jalan pentigraf (Tengaoe Tjahjono dalam Prolog).
Alfred B. Jogo Ena, jelas telah melukiskan secara “renyah” Warna Perjuangan Bung Karno selama empat tahun di Kota Ende. Secara serial, penulis telah menggelindingkan Pantigraf ini melalui Facebook, yang sudah dinikmati ribuan pembaca. Namun begitu banyak desakan agar Pentigraf ini dibukukan (P. Frits Meko, SVD dalam Epilog).
Buku ini ditulis sebagai upaya untuk mengungkapkan kerinduan akan sosok dan perjuangan Bung Karno selama pembuangan di Ende (1934-1938) dalam kaca mata fiksi historis. Ada banyak sisi dan nilai kemanusiaan yang bisa digali dari seorang Bung Karno, terlebih dalam relasinya dengan Gereja dan para pastor SVD asal Belanda. Relasi personal mereka membawa Bung Karno pada kesadaran bahwa berjuang untuk kemerdekaan itu selalu dalam kebersamaan. Dengan buku ini, diharapkan semakin banyak orang muda yang mengenal sisi-sisi lain dari seorang tokoh besar bangsa ini: Bung Karno.

Kamis, 22 Agustus 2019

Viabel Nostrum

Judul
:

Viabel Nostrum, Kumpulan Puisi

Penulis
:
Kristoforus Aman
Penerbit
:
Carol Maumere
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
86
ISBN
:
978-979-1407-68-2
Harga
:
Rp. 35.000
Status
:
Ada


Cinta Semangkok Bakso

Gadis liar susah jinak kembali
Walau kenyang sekali
Kusebut ‘bakso’ satu kali
Gadis itu lapar sekali lagi

Jangan kau pikir soal rupiah!
Kau semangkok? Aku semangkok?
Atau berdua semangkok?

Kujilat di mangkok
Kau libas di garpu
Lumat tuntas sisa tiada ampun

Lahap lumat bakso semangkok
Saatnya tiba lahap jilat raga
Di atas ranjang kita telanjang
Sebagai tumbal rupiahku hilang

Dalam hati senang melayang
Terima kasih bakso ‘Pak Belalang’
Nyata kugapai raga yang kubayang.

Anak-Anak Ombak

Judul
:

Anak-Anak Ombak (Kumpulan Puisi)

Penulis
:
Apol Sukardi
Penerbit
:
Carol Maumere
Tahun Cetak
:
2018
Halaman
:
62
ISBN
:
978-979-1407-67-8
Harga
:
Rp. 35.000
Status
:
Ada


Anak-Anak Ombak

Barangkali keraguanlah yang
Memberangkatkanmu merantau jauh
Ke negeri ombak.
Tak da senyum dari bibir pantai,
Selain riwayat tangis yang terucap
Perlahan,
Karena kau lupa mencatat alamat
Terakhir,
Tempat di mana hidup dilukis
Serupa lengkung pelangi

November 2009

Buku Dongeng Dunia Binatang Nusantara Serunai & Rusa Timor


Judul

:

Buku Dongeng Dunia Binatang Nusantara Serunai & Rusa Timor 

Penulis

:

Dessy Sekar Chamdi

Penerbit

:

Pelangi Mizan

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

48

ISBN

:

978-602-6633-71-2

Harga

:

Rp. 60.000

Status

:

Kosong


Inong si Rusa Timor yang cantik akan mengunjungi Gallus si Ayam Hutan. Bersama Caca, kera yang selalu ceria, mereka menyusuri jalan setapak di hutan. Di tengah perjalanan, sesuatu yang berkilau mencuri perhatian Inong. Ia pun penasaran. Teman-Teman, kira-kira benda apa, ya, itu? Temukan jawabannya dalam kisah Inong dan Caca di buku ini.

Selasa, 20 Agustus 2019

Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Judul
:

Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Editor
:
Firmina Angelanai, dkk
Penerbit
:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta
Tahun Cetak
:
1999
Halaman
:
218
ISBN
:
979-459-988-3
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Sastra lisan Ngadha adalah salah satu sastra daerah yang hidup di antara ribuan sastra daerah yang lain di kepulauan Indonesia. Sastra lisan Ngadha hidup dan tersebar ditengah-tengah etnik Ngadha, yang mendiami sebagian wilayah di Daerah Tingkat II Ngada, yang berbatasan dengan Kecamatan Nagekeo di sebelah timur, Kecamatan Riung di sebelah barat, dan Kecamatan Aesesa di sebelah utara. Etnik ini mendiami wilayah Kecamatan Golewa, Kecamatan Aimere, Kecamatan Bajawa, dan Kecamatan Ngada Bawa di Bajawa. Berdasarkan data statistik tahun 1993, jumlah penduduk etnis ini adalah 85.218 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya memiliki kemampuan bertutur sastra.

Sastra lisan Ngadha memiliki fungsi ganda. Ada yang berfungsi sebagai hiburan, ada pula yang berfungsi hikmat nasihat, dan keramat, karena mengandung nilai luhur yang diturunkan leluhur masyarakat pendukungnya. Masyarakat Ngadha, terutama yang berasal dari generasi tua, tidak sekadar mengagumi keindahan sastra lisannya, tetapi lebih jauh dari itu, mereka juga menghayati dengan perasaan penuh hormat dan patuh.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...