Sabtu, 11 November 2017

Timor Timur Satu Menit Terakhir, Catatan Seorang Wartawan

Judul
:
Timor Timur Satu Menit Terakhir, Catatan Seorang Wartawan
Penulis
:
CM Rien Kuntari
Penerbit
:
MIzan
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
483
ISBN
:
978-979-433-537-6
Harga
:
Rp. 90.000
Status
:
Ada

Melipust konflik adalah tugas sehari-hari Rien Kuntari, wartawan Kompas. Dia telah memasuki medan-medan perang paling berbahaya, termasuk Rwanda, Irak, dan Kamboja. Tapi, di antara semua wilayah konflik yang pernah dia liput, Timor Timur adalah yang paling sulit, paling membahayakan, dan sekaligus paling mengesankan.

Sebagai seorang wartawan yang dituntut bersikap objektif dan cover both sides, Rien menghadapi dilema. Sebagai seorang wartawan asal Indonesia, dia bisa dicurigai sebagai pro-otonomi oleh kelompok pro-kemerdekaan. Sebaliknya, lantaran dapat mengakses beberapa tokoh kunci CNRT, dia juga dituduh pro-kemerdekaan. Dan kecurigaan di medan konflik berarti berada di tubir kematian.

Inilah catatan seorang wartawan atas peristiwa-peristiwa dramatis menjelang, selama, dan setelah jajak pendapat di Timor Timur tahun 1999 – sebuah segmen amat penting dalam garis sejarah bangsa Indonesia. Ditulis dengan keberanian seorang “syahid”, kejujuran seorang jurnalis tulen, dan ketulusan seorang “manusia” – a true human being. Tak berlebihan jika buku ini layak dicatat sebagai sebuah dokumen kemanusiaan (humane documentary).

Jumat, 10 November 2017

Da Conspiração, Sebuah Konspirasi

Judul
:
Da Conspiração, Sebuah Konspirasi
Penulis
:
Afifah Afra
Penerbit
:
Afra Publishing
Tahun Cetak
:
2012
Halaman
:
632
ISBN
:
978-602-8277-66-2
Harga
:
Rp. 90.000
Status
:
Ada

Raden Mas Rangga Puruhita, pemuda terpelajar, sarjana ekonomi lulusan Leiden, ningrat Jawa, dan visioner. Ia dibuang ke Flores karena terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Tan Sun Nio, gadis yang jelita, cerdas, ambisius, dan terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa yang konservatif. Ia membuang diri ke Flores, karena dikhianati calon suaminya. Namun, ia justru berhasil membangun sebuah kerajaan niaga terbesar di Indonesia Timur, dan menjadi orang terkaya di Flores.

Adapun Flores yang mereka datangi, sama-sama medan yang penuh bara. Awal abad XX, pulau itu baru beralih kekuasaan dari Portugis ke Belanda. Kondisi belum stabil. Bajak laut dan perampok merajalela. Perlawanan para raja kecil atau atau mosalaki membuat bumi kian porak-poranda.

Suratan nasiblah yang kemudian membuat mereka bertemu. Awalnya saling berhadapan sebagai lawan. Namun, mereka justru didekatkan ketika sama-sama terjebak dalam sebuah konspirasi tingkat tinggi. Konspirasi yang melibatkan sekelompok bajak laut yang dikoordinasi secara rapi menyerupai Mafioso di Sisilia: Bevy do Aguia Leste.


Kamis, 09 November 2017

Kemiskinan dan Pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Kemiskinan dan Pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur
Penyunting
:
Sayogyo
Penerbit
:
Yayasan Obor Indonesia
Tahun Cetak
:
1994
Halaman
:
262
ISBN
:
979-461-154-9
Harga
:
Rp. 80.000
Status
:
Ada

Studi mengenai kemiskinan di NTT dilakukan atas keprihatinan sosial pembangunan masyarakat di NTT, dan studi ini melibatkan tim IPB sebagai peneliti. Mereka yang saling terlibat dan saling mendukung dalam proses ini antara lain masyarakat desa, para pemuka dan organisatoris (termasuk aparat negara, pengusaha maupun pemuka moral dan spiritual), dan para peneliti.

Dari hasil studi lapangan yang singkat di empat desa, terlihat jelas bahwa pendekatan birokrat/teknokrat dalam hierarki terbentur kendala, terutama dalam menemukan pola pemerataan yang lebih efisien dan lebih sesuai dengan rasa keadilan semua golongan/lapisan. Sehingga disarankan upaya untuk mengatasinya antara lain dengan mengatasi kemiskinan sebagai prioritas pembangunan masyarakat desa di NTT; pengembangkan pola pertanian yang sesuai dengan potensi agroekosistem setempat dan sesuai dengan pengalaman bertani; mendorong industrialisasi pedesaan yang dilakukan dengan basis pola pertanian maupun sumberdaya setempat; memberikan perhatian khusus pada pendidikan dan penyuluhan; memberikan bobot yang lebih besar pada pemimpin desa; dan mengembangkan peranan LSM dan Badan Sosial.

Manggarai dan Wujud Tertinggi

Judul
:
Manggarai dan Wujud Tertinggi
Penulis
:
Jilis A. J. Verheijen S. V. D
Penerbit
:
Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia dan Universitas Negeri Leiden
Tahun Cetak
:
1991
Halaman
:
320
ISBN
:
979-8258-00-2
Harga
:
Rp. 225.000
Status
:
Ada

Sejak sekitar tahun 1900 terdapat dalam bidang ilmu etnologi minat yang amat besar mengenai Wujud Tertinggi. Minat ini kemudian diambil alih oleh para penulis sejarah religi. Namun, mereka tergantung pada usaha para etnograf, walaupun karya mereka itu tidak selalu dimanfaatkan. Beberapa diantaranya seperti K. Th. Preuss mengadakan penelitian sendiri. Penelitian etnografis tidak berjalan semaju minat tersebut. Hanya jarang kita menemukan penelitian khusus mengenai religi dari satu suku bangsa melulu, apalagi mengenai Wujud Tertingginya. Dari Indonesia hanya karya-karya P. Arndt yang saya kenal. Studi yang dibuat oleh H. Schärer lebih bersifat etnografis dan sejarah religi, dan lebih berupa suatu intepretasi baru (berdasarkan metode fungsional) daripada memberikan bahan-bahan baru.

Sesudah pendapat di atas ini ditulis, diterbitkan sebuah studi besar oleh Stöhr (1965); di dalamnya ia memberikan ikhtisar yang luas dan suatu uraian mengenai banyak religi suku bangsa di Indonesia dan Filipina. Perhatiannya lebih ditujukan kepada mitos-mitos dan gambaran-gamabaran yang berhubungan dengan kosmos daripada pengungkapan-penguangkapan religius dewasa ini.

Studi dalam buku ini dimaksudkan untuk menyingkapkan tabir bagian barat Pulau Flores, yakni Manggarai, itupun dengan kawasan  Lamba Léda, Cibal, Ruteng, dan Rahong sebagai intinya yang diselidiki agak intensif.

Saya hendak menguraikan pengungkapan-pengungkapan orang Manggarai mengenai wujud tertinggi sejauh mungkin dalam kata-kata dan gambaran-gambaran mereka sendiri. Juga saya mencoba menelusuri dan menjelaskan pikiran serta pendapat-pendapat mereka yang merupakan dasar pengungkapan-pengungkapan itu.

Rabu, 08 November 2017

Kerusuhan Sosial di Indonesia Studi Kasus Kupang, Mataram dan Sambas

Judul
:
Kerusuhan Sosial di Indonesia Studi Kasus Kupang, Mataram dan Sambas
Editor
:
Riza Sihbudi & Moch. Nurhasim
Penerbit
:
PT. Grasindo, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi RI & LIPI
Tahun Cetak
:
2001
Halaman
:
242
ISBN
:
978-979-695-619-5
Harga
:
Rp. 80.000
Status
:
Ada

Apa sesungguhnya yang menjadi akar kerusuhan sosial di Indonesia? Faktor sosial ekonomi? Persaingan antaretnis? Pembagian kue pembangunan yang tak adil. Ulah provokator? Ataukah ada campur tangan orang luar?

Ternyata, jawabannya tidak sesederhana membalik telapak tangan dan tak bisa asal menunjuk salah satu penyebab. Hasil penelitian –yang pada gilirannya dapat dijadikan rekomendasi untuk perencanaan pembangunan daerah dan SDM- di tiga daerah kerusuhan yakni Kupang, Mataram, dan Sambas ini menunjukkan bahwa banyak faktor penyebab kerusuhan. Kadang faktor itu kait-mengait, tak jarang akar kerusuhannya sendiri sengaja dipicu oleh para petualang politik yang sengaja memanfaatkan kerawanan konflik sosial untuk tujuan tertentu.

Perencana pembangunan, peminat masalah sosial, budaya, politik, ekonomi dan siapa saja yang peduli pada nasib dan masa depan bangsa, perlu membaca buku ini. Setelah mafhum duduk perkara kerusuhan sosial, pada gilirannya dapat ditemukan pemecahan masalah secara tuntas dan menyeluruh.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...