Kamis, 23 Maret 2017

Tangan-Tangan Berlumuran Minyak

Judul
:
Tangan-Tangan Berlumuran Minyak, Politik Minyak di Balik Tragedi Timor Lorosae
Penulis
:
George J. Aditjondro
Penerbit
:
Solidamor
Tahun Cetak
:
1999
Halaman
:
158
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 100.000
Status
:
Ada

Kisah keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak bumi dan negara-negara barat di balik pencaplokan Timor Lorosae oleh Indonesia.

Minyak bumi dalam sejarah selalu berkaitan erat dengan malapetaka (baik yang alamiah maupun yang buatan manusia), dengan masa-masa paceklik, revolusi, kisah-kisah pemogokan buruh yang berdarah, dengan gejolak harga maupun gejolak-gejolak mulai dari ambruknya kekaisaran-kekaisaran besar, sampai dengan munculnya negara-negara baru yang tadinya kurang berarti…

Minyak bumi selalu memainkan peranan penting dalam kehidupan Nabi Nuh dalam Alkitab melapis bahteranya dengan dempul dari minyak mentah; Orang Babylon telah menggunakan aspal sebagai lapisan pelindung gedung-gedung mereka; Marcus Antonius dari Roma merebut sumber aspal di Laut Mati lalu menghadiahkannya kepada Ratu Mesir, Cleopatra, yang serta-merta menyewakan hak oleh minyaknya kepada Malchus, orang Nabata.

Jauh kemudian, menjelang era generasi kita sendiri, muncullah tahun-tahun yang begitu bergejolak ketika industri minyak bumi mulai memantapkan diri. Era ini segera diikuti dengan penciptaan pengembangan mobil dan pesawat terbang, dan pada zaman minyak bumi yang ultra-modern ini berkembanglah pesawat Concorde dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, kapal-kapal supertanker dan sumur-sumur terapung raksasa, yang dirancang untuk memungkinkan eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas alam dari kawasan hutan yang paling terpencil dan lautan yang paling dalam…….

Begitulah industri minyak bumi telah berkembang menjadi bisnis bernilai bermilyar-milyar dolar, yang ditandai dengan kompetisi di mana perusahaan yang satu bagaikan serigala kelaparan menerkam saingannya, sama halnya sebagaimana para pelopor industri minyak yang paling awal juga terlibat dalam pencaplokan dan peleburan perusahaan lain, serta intrik-intrik politik ekonomi lainnya (Townsend, 1983:291)

Rabu, 22 Maret 2017

Cerita-Cerita dalam Bahasa Abui dari Takalelang

Judul
:
Netanga neananra dei lohu naha Abui tanga heateng ananra, Cerita-Cerita dalam Bahasa Abui dari Takalelang
Penyusun
:
Dr. František Kratochvíl Ph.D. & Bpk. Benidiktus Delpada
Penerbit
:
Universitas Leiden, Belanda dan Unit Bahasa dan Budaya, GMIT
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
123
ISBN
:
-
Sumber
:
Download
:

Buku ini disusun dalam program Dokumentasi Bahasa Daerah di Alor dan Pantar di Universitas Leiden, Belanda, dengan dana dari NWO (Nederlands Wetenschapelijk Onderzoek, Lembaga Penelitian Belanda) dan dalam program Dokumentasi Bahasa Daerah di Universitas La Trobe, Melbourne di Australia. Buku ini dicetak dengan dana dari NWO (Lembaga Penelitian Belanda) dan dari Bupati Alor, Bapak Ir. Ansgerius Takalapeta. Isi buku ini dirampung oleh penyusunnya di Takalelang dan Tifolafeng sejak tahun 2003. Kami berterimakasih kepada Bapak Waksi Maufani dan Ibu Deri Malaipada yang menolong kami dengan menulis dan memperbaiki isinya.

Para penyusun mengucapkan terimakasih untuk keluarga besar di Takalelang, khususnya para penutur asli yang siap membagi pengalaman dan budaya mereka. Oleh karena kesetiaan mereka kami bisa dokumentasikan satu belahan yang kecil dari budaya suku Abui di Takalalelang. Khususnya kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Martinus Maufani, Bapak Alfred Maufani, Bapak Lambertus Maufani, Bapak Anderias Padafani, Bapak Elias Atafani dan Ibu Amelia Lanma yang ceritanya diterbitkan di dalam buku ini.

Kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Timoteus Lanma, Bapak Piter Lanma, Bapak Jhon Melang, Bapak Vinsen Yetimauh, Bapak Antonius Maisina, Bapak Markus Atafani, Bapak Karel Malbiyeti, Bapak Simson Padama, Bapak Selfius Fanmaley, Bapak Yahya Malbieti, Bapak Ayub Yetimauh, Bapak Abner Yetimauh, Bapak Vinsen Yetimauh, Bapak Anselmus Yetimauh, Ibu Loriana Fantang, Adik Fransiskus Fanmalei, Adik Daniel Lanma, dan Adik Piter Padafani dan lainnya yang kami tidak sempat menyebutkan namanya satu per satu yang turut berpartisipasi dalam dokumentasi bahasa dan budaya suku Abui.

Sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Jakarta dan Universitas Kristen Artha Wacana di Kupang untuk mendukung program dokumentasi secara resmi, khususnya Bapak Dr. Uri Tadmor PhD dan Ibu Dra June Jacob M.A. atas semua bantuannya sampai sekarang. Kami berterima kasih kepada Dr. Joanna Sio Ph.D. yang memberbaiki dan menyempurnakan Bahasa Inggris. Kami juga sangat berterima kasih kepada keluarga Bapak Timoteus Lanma dan keluarga Bapak Christian Dami yang telah denga iklas menerima kami di rumahnya di Takpala dan di Kalabahi.

Selasa, 21 Maret 2017

Kamus Pengantar Bahasa Pantar Barat

Judul
:
Kamus Pengantar Bahasa Pantar Barat, Tubbe – Mauta – Lamma
Penyusun
:
Dr. Gary Michael Holton, Ph.D. & Bpk. Mahalalel Lamma Koly
Penerbit
:
Universitas Alaska, USA dan Unit Bahasa dan Budaya, GMIT
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
190
ISBN
:
978-1-86892-596-4
Sumber
:
Download
:

Tulisan ini merupakan kamus pertama bahasa Pantar Barat. Sebelum kamus ini disusun setidaknya telah ada empat daftar kosa kata yang diterbitkan. Yang pertama adalah semacam daftar Swadesh dalam kumpulan oleh Stokhof (1975) yang berisi 117 kata. Yang kedua muncul dalam skripsi ditulis oleh Maukaling (1995). Daftar ini diambil lagi oleh Pampus (2006) di Beang (Air Mama). Satu daftar kosa kata yang lebih lengkap muncul dalam buku tata bahasa Lamma yang disusun oleh Nitbani et al (2001).

Semula buku kamus ini disusun dalam tiga bahasa, yakni bahasa Pantar Barat, Indonesia, dan Inggris. Akhirnya dicetak sebagai kamus dwibahasa, yakni bahasa Pantar Barat dan bahasa Indonesia. Menurut hasil penelitian penerbitnya dan balasan-balasan dari para pemakai kamus bahasa daerah di NTT, dwibahasa itu memudahkan memakai kamusnya.

Buku kamus ini diterbitkan sebagai edisi pertama. Ternyata masih ada banyak yang kurang dan bisa ditemukan banyak yang salah. Tidak pernah ada kamus yang benar-benar lengkap. Kalau orang berani mencetak kamus, tidak lama terus ditemukan kata-kata yang belum dimasukkan atau makna yang tidak sedikit salah. Jumlah kata-kata di kamus ini sekitar 3.200, dilengkapi dengan kalimat-kalimat contoh sekitar 1.500. Agaknya angka ini merupakan kurang lebih lima puluh persen dari kata-kata yang ada. Kamus merupakan karya yang perlu waktu agak lama untuk diselesaikan. Sedangkan kamus ini disusun hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun sambil menyelidiki hal-hal lain dalam struktur bahasa. Apalagi, dibandingkan dengan bahasa-bahasa dunia, misalnya bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, bahasa Pantar Barat ini belum pernah diteliti sebelumnya. Oleh karena itu karya ini harus berdasarkan dalam penelitian lapangan utama. Diharapkan adanya kritik dan saran, sehingga pada waktu yang akan datang bisa disuguhkan kamus bahasa Pantar Barat yang benar lengkap.

Walaupun kami berani menggunakan istilah bahasa Pantar Barat, namun kamus ini memang dipusatkan hanya pada dialek Tubbe, yaitu lebih lengkap mengenai dialek Tubbe. Alasannya ada dua. Yang pertama, adalah salah satu penyusun kamus ini berasal dari Puntaru, yang berbahasa dialek Tubbe. Yang kedua, penelitian dilakukan tanpa disengaja di daerah Tubbe, akibatnya kebanyakan kata-kata dalam kamus ini diambil dari dialek Tubbe. Kata-kata dialek Mauta dan Lamma pun ada di dalam, tapi jumlahnya sedikit.

Senin, 20 Maret 2017

Kamus Pengantar Bahasa Abui

Judul
:
Kamus Pengantar Bahasa Abui, Abui – Indonesian – English Dictionary
Penyusun
:
Dr. František Kratochvíl Ph.D. & Bpk. Benidiktus Delpada
Penerbit
:
Universitas Leiden, Belanda dan Unit Bahasa dan Budaya, GMIT
Tahun Cetak
:
2008
Halaman
:
299
ISBN
:
978-1-86892-593-3
Sumber
:
Download
:

Kamus ini merupakan kamus Bahasa Abui yang ketiga. Yang pertama diterbitkan oleh Martha M. Nicolspeyer (1940), tetapi tidak pernah diterbitkan di Indonesia. Daftar kata Bahasa Abui juga diterbitkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan diterbitkan ulang oleh Wim Stokhof (1975). Teks-teks yang dikumpul oleh Cora Du Bois dan Martha M. Nicolspeyer diteliti juga oleh Wim Stokhof (1984).

Kamus yang kedua diterbitkan di dalam buku tata bahasa untuk Bahasa Abui yang ditulis dalam Bahasa Inggris (Kratochvíl 2007). Kamus ini disusun dalam tiga bahasa, yakni bahasa Abui, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, kami juga memasukkan daftar kata dalam Bahasa Melayu Alor (Bahasa Pasar) karena banyak istilah dapat diterjemahkan langsung dalam bahasa itu.

Para penyusun menyadari ketidaklengkapan kamus ini. Bukannya Bahasa Abui tidak mempunyai kata yang cukup, tetapi para penyusun masih membutuhkan banyak waktu untuk menyempurnakan kamus ini dengan kata-kata dari dialek-dialek dan berbagai nilai bahasa.

Kamus ini diatur dengan software Toolbox, Lexique Pro dan Multi-Dictionary Formatter yang didistribusikan oleh SIL International. Para penyusun diinspirasikan oleh Kamus Pengantar Bahasa Kupang (Jacob & Grimes 2003), dan oleh Kamus Pengantar Bahasa Pantar Barat (Holton & Lamma Koly 2007).

Minggu, 19 Maret 2017

Etnik Manggarai Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Etnik Manggarai Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Penulis
:
Raflizar dkk.
Editor
:
FX Sri Sadewo & Tri Juni Angkasawati
Penerbit
:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
Tahun Cetak
:
2012
Halaman
:
121
ISBN
:
978-602-235-225-9
Sumber
:
Download
:

Mengapa  Riset  Etnografi  Kesehatan  Ibu  dan  Anak  2012  perlu  dilakukan ?

Penyelesaian  masalah  dan  situasi  status  kesehatan  masyarakat  di Indonesia saat ini masih dilandasi dengan pendekatan logika dan rasional, sehingga masalah kesehatan menjadi semakin komplek. Disaat pendekatan rasional  yang  sudah  mentok dalam  menangani  masalah kesehatan, maka dirasa perlu dan penting untuk mengangkat kearifan lokal menjadi salah  satu  cara  untuk menyelesaikan  masalah  kesehatan  masyarakat. Untuk itulah maka dilakukan Riset Etnografi sebagai salah satu alternatif mengungkap  fakta  untuk  membantu   penyelesaian  masalah kesehatan berbasis budaya kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu fungsi dari Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.Dengan mempertemukan pandangan  rasional  dan indigenous knowledge (kaum humanis) diharapkan akan menimbulkan kreatifitas dan inovasi untuk mengembangkan cara­-cara pemecahan masalah kesehatan masyarakat  dengan  kearifan  lokal  masing-­masing  daerah.  Dengan demikian akan menimbulkan rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of togetherness) dalam menyelesaikan masalah dan meningkatkan status kesehatan di Indonesia. Tulisan  dalam  buku seri  ini  merupakan  bagian  dari  12  buku  seri hasil  Riset  Etnografi  Kesehatan  Ibu  dan  Anak 2012  yang  dilaksanakan di  berbagai  provinsi  di Indonesia.

Buku  seri  ini  sangat  penting  guna menyingkap kembali dan menggali nilai-­nilai yang sudah tertimbun agar dapat diuji dan dimanfaatkan bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan kearifan lokal. Sentuhan  budaya  dalam  upaya  kesehatan  tidak  banyak dilakukan. Dengan terbitnya buku hasil penelitian Riset Etnografi ini akan menambah pustaka budaya kesehatan di Indonesia..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...