Judul |
: |
Satu Abad Paroki Roh Kudus Nelle, Tetap Tegar di Tengah Badai (1921-2021) |
Editor |
: |
Dr. Antonio Camnahas, Dra. Praxedis Sadipun dan Elisabet Luju, S.H., M.M. |
Penerbit |
: |
Ledalero |
Tahun Cetak |
: |
2022 |
Halaman |
: |
282 |
ISBN |
: |
978-623-6724-21-7 |
Harga |
: |
Rp. 65.000 |
Status |
: |
Ada |
Seabad sudah berlalu, namun paroki ini masih tetap eksis, setelah melewati sekian banyak badai sepanjang perjalanannya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi ini, Gereja ini coba menarik nafas dan berhenti sejenak untuk memaknai badai-badai historisnya, bersyukur, belajar dan menimba kekuatan baru. Badai selain menakutkan tetapi juga membuat mereka yang keluar darinya menjadi semakin tegar, percaya diri dan menjadi lebih dewasa. Pasti ada badai-badai lainnya yang sudah menanti di depan, namun bersama Roh Kudus dalam persatuan erat dengan Allah Bapak dan Allah Putera, Gereja Nelle yakin akan tetap tegar juga di masa depan. Keyakinan ini dibangun bukan mengandalkan kekuatannya sendiri melainkan kekuatan ilahi yang turut bekerja aktif di dalamnya.
RP. Stef. Buyung Florianus, O.Carm lewat artikelnya berusaha membantu kita untuk menyadari kembali asal-usul kekristenan di wilayah ini. Dia mulai dengan kisah tentang benih awal iman kekristenan disemai di wilayah Nusa Tenggara diakhiri dengan situasi perkembangan itu di masa sekarang. Dr. Antonio Camnahas lewat artikelnya telah menunjukkan berkat Tuhan bagi bumi Nusa Tenggara lewat kerja keras para pendahulu, juga lewat tangan-tangan tak terlihat lainnya oleh mata, yang telah membantu perkembangan iman Kristen di wilayah ini, khususnya pada masa awal karya para misionaris SVD. Vitalis Badar, S.H., telah berusaha untuk menghadirkan kembali kisah awal tentang Paroki Roh Kudus Nelle, para pastor yang telah berkarya di sini, juga "tapak-tapak kaki" dan karya-karya mereka yang tetap dikenang umat sampai sekarang. Penulis yang sama juga, karena latar belakang studinya di bidang hukum, telah menurunkan satu artikel lain berkaitan dengan status hukum tanah-tanah yang menjadi hak milik paroki ini sejak awal. Selanjutnya, kisah tentang peristiwa kebakaran gedung gereja dan pastoran Nelle di tahun 1940 kami parafrasekan ulang dari tulisan di buletin Ende Post edisi Maret 1941. Terima kasih untuk bantuan Sr. Edfreda Theot, SSpS yang telah rela menerjemahkan tulisan ini dari Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar