Minggu, 03 November 2019

Inang, Hidup dan Bhaktiku

Judul
:
Inang, Hidup dan Bhaktiku
Penyunting
:
Alo Liliweri
Penerbit
:
TP PKK Propinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun Cetak
:
1989
Halaman
:
346
ISBN
:
-
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Perbincangan tentang wanita dan peranannya pada setiap kurun waktu akan selalu menarik perhatian kita. Apalagi di masa pembangunan yang sedang kita laksanakan sekarang ini sangat dibutuhkan peran serta semua pihak terutama para wanita yang merupakan bagian terbesar penduduk kita.
Nusa Tenggara Timur jika dilihat dari sudut social budayanya terdiri dari bermacam-macam kebudayaan masyarakat pendukungnya. Mereka lahir dari dengan cara hidup dan bekerja sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Kendatipun ada perbedaan antara suku bangsa yang satu dengan yang lain tetapi semuanya telah membuat masyarakat Nusa Tenggara Timur semakin kokoh dalam satu kesatuan dan terus membangun daerah ini.
Wanita Nusa Tenggara Timur adalah jumlah terbesar dari penduduknya. Sebagian mereka juga tinggal di wilayah pedesaan yang memiliki ciri kehidupan yang terisolasi dan masih memegang adat istiadat yang kuat. Oleh karenanya mengenal kehidupan social budaya dari masyarakat pendukung kehidupan wanita di Nusa Tenggara Timur sangatlah bermanfaat. Karena dari padanya kita bisa memetik nilai-nilai yang bisa dijadikan pegangan dalam menggerakkan peran serta wanita seterusnya dalam pembangunan ini.
Pihak Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan gembira mempersembahkan buku ini kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur dan siapa saja yang berminat mengenal Nusa Tenggara Timur agar kita semua lebih mengenal peranan wanita dalam aneka ragam kebudayaan masyarakat di wilayah ini. (Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT/ Ny. M.S.O Fernandez, SH)  

Selasa, 29 Oktober 2019

Ragi Carita 2, Sejarah Gereja di Indonesia 1860-an – Sekarang

Judul
:
Ragi Carita 2, Sejarah Gereja di Indonesia 1860-an – Sekarang
Penulis
:
Dr. Th. Van den End & Dr. J. Weitjens, SJ
Penerbit
:
PT. BPK Gunung Mulia
Tahun Cetak
:
1999
Halaman
:
564
ISBN
:
979-415-606-X
Harga
:
Rp.
Status
:
Kosong


Sekitar tahun 1870 mulailah babak baru dalam sejarah gereja di indonesia, karena terjadi perubahan di pelbagai bidang. Orang Belanda semakin memperluas wilayah kekuasaan mereka, dan di wilayah itu mereka semakin menyelenggarakan pemerintahan langsung. Kehidupan orang-orang Indonesia semakin dipengaruhi oleh ekonomi, teknik dan ilmu pengetahuan Barat. Di pihak lain, kesadaran orang-orang Indonesia meningkat dan pada masa ini timbullah pergerakan nasional, yang akhirnya membawa kemerdekaan Indonesia.
Khususnya di bidang zending dan gereja, tampak ada perubahan pula. Usaha pekabaran Injil meluas. Jumlah para zendeling bertambah dan pendidikan mereka ditingkatkan. Mata mereka mulai terbuka terhadap nilai kebudayaan pribumi, sehingga sikap mereka terhadap adat menjadi lebih positif. Mereka mulai menghargai kejasama pembantu-pembantu Indonesia. Lama-lama pendidikan mereka ini ditingkatkan pula, mereka mulai dipandang sebagai rekan sekerja dan akhirnya sebagai pemimpin-pemimpin gereja mandiri. Begitu pula kelompok-kelompok orang Kristen Indonesia mulai diakui sebagai jemaat-jemaat dan diberi organisasi gerejawi. Jumlah orang Kristen Indonesia meningkat pesat. Mula-mula mereka masih hidup terpencil dari teman-teman sesukunya yang bukan Kristen. Tetapi dalam abad ke-20 mereka semakin ikut mengambil bagian dalam kehidupan sukunya sendiri dan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang mulai terbentuk.

Jumat, 25 Oktober 2019

Komodo Islands Indonesian Archipelago


Judul
:
A Prayer to Conserve the Natural Beauty of Komodo Islands Indonesian Archipelago
Penyunting
:
Habsari Budhi Utami, dkk
Penerbit
:
Canting Exploring Indonesia
Bahasa
:
Inggris
Tahun Cetak
:
2011
Halaman
:
-
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 180.000
Status
:
Ada


Journey to komodo island and several distinct places in Indonesia in recent years have given me a new perspective of life. There was this one time when I came back from a short trip to Bangka island and showed some photographs taken there to a friend, I asked him “isn’t it beautiful?” while showing a photo of a humble lady washing her pile of clothes by the river.
His spontaneous response quite shocked me as he said “you must have lost your mind to call this photograph beautiful with your story of how amazing the trip was. A photo of a place in Europe or other places of wonders in the world would be more like it. “this wake up call made me realize that it is was not the world would that has changed, but instead it was my perspective of the world that was changing.
And now, from time to time I frequently travel to places around my home country in the Indonesia archipelago and one recent trip was to this Komodo island where I knew that it is was somehow a calling for me and from that moment on, my life will never be the same again.
Through this book I wish to share that “perspective” along with a sincere prayer for the conservation of the island. I dedicate this book and the sales proceeds from it to all of God’s wonderful creations on the island specifically to the children with a hope that it would be a small contribution from a child of this archipelago. (Habsari Budhi Utami)

Rabu, 23 Oktober 2019

Mengenal Nusa Tenggara Timur Cet. II

Judul
:
Mengenal Nusa Tenggara Timur
Editor
:
Jes Therik
Penerbit
:
Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur
Bahasa
:
Indonesia & Inggris
Tahun Cetak
:
1997
Halaman
:
384
ISBN
:
978-95175-0-8
Harga
:
NFS
Status
:
Kosong


Kita menyonsong abad ke-21 yang membawa perubahan-perubahan besar yang mengakibatkan pembaharuan-pembaharuan yang mendasar atas konsep-konsep besar di hampir semua bidang di dunia ini. Arus perubahan yang kuat ini dengan cepat telah merambah seluruh sudut dunia termasuk desa-desa yang paling terpencil di Nusa Tenggara Timur. Pesatnya perkembangan teknologi telah membuat perubahan-perubahan besar pada pola piker dan sikap masyarakat. Masalah serius muncul dalam komunikasi global, yang mana berakibat bergesernya nilai-nilai sosial. Kita harus siap menghadapi perubahan-perubahan yang bersifat global ini dengan memberdayakan masyarakat untuk bisa mandiri dan mampu bekerja sama menghadapi apapun yang akan terjadi. Dalam kaitan itu Pemerintah daerah Nusa Tenggara Timur meletakan dasar-dasar bari program pengembangan sumber daya manusia untuk mengantisipasi tuntutan, situasi dan kondisi di masa depan.
Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT membutuhkan dukungan sector agrobisnis berskala kecil, industri kerajinan rakyat atau industri rumah, dan usaha berskala kecil yang  mantap. Bidang usaha kecil ini menempati posisi strategis dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Agrobisnis dan industry rumah berskala kecil dan menengah harus menjadi tiang penyangga ekonomi daerah NTT. Masyarakat desa diberi peluang mengembangakan kreatifitas untuk mendorong pertumbuhan kesejahteraannya. Karena itu program pembangunan sosial di desa dan di kota dalam kaitannya dengan kebutuhan dasar (basic needs) diarahkan kepada upaya  memampukan masyarakat NTT untuk mencukupi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pakaian, perumahan, penerangan, energy, transportasi, komunikasi dan informasi.
Bidang usaha yang menggunakan tenaga kerja yang banyak kita dorong dengan meningkatkan ketrampilan sumber daya manusia, untuk menghasilkan jumlah dan mutu produk yang lebih tinggi. Diharapkan upaya ini menghasilkan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja, keluarganya dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Dengan mengenal daerah ini dengan baik, kita semua tergugah untuk berperan serta meningkatkan kesejahteraan dalam dinamika pertumbuhan daerah Nusa Tenggara Timur. (Herman Musakabe, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur)

Mengenal Nusa Tenggara Timur

Judul
:
Mengenal Nusa Tenggara Timur
Editor
:
Jes Therik
Penerbit
:
Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur
Bahasa
:
Indonesia & Inggris
Tahun Cetak
:
1995
Halaman
:
250
ISBN
:
-
Harga
:
Rp. 150.000
Status
:
Kosong


Tahun ini kita merayakan peringatan 50 tahun Indonesia Merdeka, 17 Agustus 1945. Sebagai resonansi rangkaian kegiatan pesta Emas Republik Indonesia, kami terbitkan buku ini sekaligus memperingati ulang tahun ke-37 berdiri propinsi Nusa Tenggara Timur, tanggal 20 Desember 1995. Data daerah, program kerja pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat disajikan dalam buku ini agar pembaca lebih mengenal daerah ini, masalah tantangan, upaya yang dikerjakan, serta dinamika kegiatan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Kita akan memasuki abad ke-21, ditandai derasnya arus globalisasi yang merupakan arena putaran adu keunggulan dalam segala bidang. Kami juga mengkaji kecendrungan proses perubahan dunia dimana ada gerak peralihan masyarakat agraris menjadi masyarakat industry. Pada saat yang sama sekarang ini, keadaan sumber daya manusia di NTT hidup dalam lingkungan budaya agraris, ditandai dengan kurangnya tingkat pendidikan, ketrampilan dan wawasan budaya industrialisasi. Kalau keadaan ini tidak ditangani dengan baik, SDM kami akan kalah dalam kreativitas dan persaingan ketat mutu produk. Karena itu kami laksanakan program pengembangan sumber daya manusia, diserta motivasi pemberdayaan orang NTT menghadapi dinamika perubahan yang cepat ini.
Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT membutuhkan dukungan sektor agrobisnis berskala kecil, industri kerajinan rakyat atau industri rumah, dan usaha berskala kecil yang  mantap. Bidang usaha kecil ini menempati posisi strategis dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Agrobisnis dan industry rumah berskala kecil dan menengah harus menjadi tiang penyangga ekonomi daerah NTT. Masyarakat desa diberi peluang mengembangakan kreatifitas untuk mendorong pertumbuhan kesejahteraannya. Karena itu program pembangunan sosial di desa dan di kota dalam kaitannya dengan kebutuhan dasar (basic needs) diarahkan kepada upaya  memampukan masyarakat NTT untuk mencukupi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pakaian, perumahan, penerangan, energy, transportasi, komunikasi dan informasi.
Bidang usaha yang menggunakan tenaga kerja yang banyak kita dorong dengan meningkatkan ketrampilan sumber daya manusia, untuk menghasilkan jumlah dan mutu produk yang lebih tinggi. Diharapkan upaya ini menghasilkan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan pekerja, keluarganya dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Dengan mengenal daerah ini dengan baik, kita semua tergugah untuk berperan serta meningkatkan kesejahteraan dalam dinamika pertumbuhan daerah Nusa Tenggara Timur. (Herman Musakabe, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...