Senin, 08 Juli 2024

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Judul

:

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Penulis

:

Simon Sabon Ola

Editor

:

Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M. Hum.

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

172

ISBN

:

978-623-119-191-5

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada

 

Buku ini merupakan sebuah refleksi kultural dan perjalanan batin penulis sebagai orang Lamaholot-Adonara. Fakta budaya Lamaholot di Adonara telah lama menjadi sorotan peneliti dari berbagai belahan dunia, yang konon sebagian orang-orang yang merasa atau menyebut dirinya sebagai pemilik, tidak mendalaminya secara ilmiah. Sebagai bagian dari orang-orang itu, saya merasa berutang moral sehingga berusaha sekuat daya menulis buku ini, meskipun penuh dengan keterbatasan.

Secara umum buku ini membahas pandangan kosmologi orang Lamaholot di Pulau Adonara yang terangkum dalam Koda ‘kebenaran’ dan dikemas dalam tuturan ritual. Kemasan tuturan ritual Lamaholot yang menyimpan pandangan hidup secara linguistik dan secara kultural mencakup bentuk fungsi, makna, dan nilai. Cakupan ini menjadi bagian dari beberapa bab dari buku ini. Menurut pandangan semiotik, bentuk tertentu dimanfaatkan dalam mengemban fungsi dan mewahanai makna tertentu. Sebaliknya, fungsi dan makna tertentu itu tipikal terhadap bentuk tertentu. Begitu pula halnya bentuk, fungsi dan makna tertentu sebagaimana dipersepsikan oleh penutur berperan membangun nilai tertentu pula. 


Rabu, 03 Juli 2024

Hubungan Etnomatematika Adonara dan Matematika Sekolah: Etnografi Matematika di Adonara

Judul

:

Hubungan Etnomatematika Adonara dan Matematika Sekolah: Etnografi Matematika di Adonara

Penulis

:

Dr. Drs. Wara Sabon Dominikus, M.Sc

Penerbit

:

Media Nusantara Creative

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

301

ISBN

:

978-602-462-659-4

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Kosong

 

Etnomatematika adalah pengetahuan matematika suatu kelompok sosiokultural masyarakat termasuk jargon, kode, simbol, mitos, bahasa, bahkan cara-cara tertentu yang digunakan masyarakat untuk menalar dan menyimpulkan. Etnomatematika juga merupakan bagian dari penelitian tentang pengetahuan matematika atau matematika dalam suatu budaya dengan implikasi pedagogis, fokus pada seni dan teknik dalam menghitung, megukur, menjelaskan, dan memahami dalam menghadapi atau mengatasi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Dalam lingkungan budaya yang berbeda akan berbeda pula etnomatematikanya.

Matematika dan budaya merupakan dua hal yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pada satu sisi matematika dibentuk oleh budaya dan pada sisi yang lain matematika digunakan sebagai alat untuk membentuk dan memajukan budaya. Dengan kata lain matematika tidak bebas dari budaya tetapi terikat dengan budaya. Matematika sebagai konstruksi sosial-budaya dan terkandung dalam aktivitas manusia, sehingga dikatakan bahwa matematika adalah aktivitas manusia. Matematika atau pengetahuan matematika sesungguhnya sudah ada dalam setiap budaya sebagai suatu “matematika beku” (frozen mathematics). Dapat dikatakan bahwa matematika atau pengetahuan matematika terdapat dalam setiap budaya, “tertanam” dalam setiap budaya, dibentuk oleh setiap budaya, dipengaruhi oleh budaya, dan mempunyai bentuk tersendiri sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan tujuan masyarakat. Dengan demikian matematika atau pengetahuan matematika dapat ditemukan dalam budaya Adonara. 

Kemelut Kasta

Judul

:

Kemelut Kasta

Penulis

:

Aris Woghe

Penerbit

:

CV. Jejak

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

170

ISBN

:

979-623-247-677-6

Harga

:

Rp. 95.000

Status

:

Ada

 

Novel Kemelut Kasta menyajikan seluk beluk tradisi kasta di etnis Ngada, Flores, yang dibalut dalam kisah asmara dan prahara cinta dua sejoli beda kasta, Simon dan Maria. Kisah perjodohan, perlawanan dan pelarian mereka adalah cerita tak terpisahkan yang menjadikan novel ini menarik untuk dibaca. Akankah upaya mereka mendobrak tradisi kasta yang dirasa mengekang kebebasan, berakhir indah? ; Atau sebaliknya, mereka harus mengubur dalam-dalam perasaan cinta di tengah derasnya arus penolakan. Novel ini menarik karena mengangkat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Ngada, Flores ke permukaan. 


Tradisi Memberi Makanan (Persembahan) Kepada Roh Leluhur (Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata) di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Tradisi Memberi Makanan (Persembahan) Kepada Roh Leluhur (Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata) di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Drs. I Wayan Rupa, M.Si ; I Gusti Ngurah Jayanti, S.Sos, M.Si & Yufiza, SS

Penerbit

:

Kepel Press & Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, Direktorat jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

94

ISBN

:

978-602-356-042-4

Sumber

:

https://repositori.kemdikbud.go.id

Download

:

Di Sini

Ritual “Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata” merupakan salah satu ritual yang ada pada masyarakat Ende-Lio. Pati K sebagai suatu ritual persembahan kepada para arwah yang telah meninggal. Pada masyarakat Ende-Lio percaya bahwa arwah nenek moyang atau leluhur berada di puncak Kelimutu dan sebagian di sekitar rumah, selalu melindungi keturunannya tatkala dalam bahaya, dan sebaliknya bila para arwah ini diabaikan dan tidak pernah melakukan ritual terhadap roh-roh leluhur akan berakibat buruk terhadap keturunannya yang tinggal dan hidup di dunia. Mitologi masyarakat Ende-Lio menyebutkan bahwa para arwah akan pergi dan tinggal di danau kawah yang terdapat di puncak gunung Kelimutu, tinggal di antara  tiga danau kawah yang terdapat di kawasan Kelimutu. Ketiga danau kawah itu memiliki karakter dan warna yang sering berubah-ubah pada saat-saat tertentu. Masyarakat percaya bahwa perubahan warna terkait dengan peristiwa alam maupun sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan manusia.

Sebagai cara memberikan penghormatan dan memohon perlindungan kepada para arwah leluhur maka dilaksanakan ritual pati ka yakni ritual persembahan makanan, di mulai dari pati ka di kuburan sekitar perkampungan. Selanjutnya pati ka yang lebih besar dilaksanakan di puncak kawasan Kelimutu, yang dihadiri oleh seluruh komunitas di sepanjang penyangga Taman Nasional kelimutu (TNK). Ritual pati ka yang diselenggarkan secara bersama-sama oleh seluruh komunitas budaya yang ada di sepanjang penyangga TNK inilah yang sering dinamakan sebagai ritual “Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata” atau ritual persembahan memberi makanan terhadap leluhur.


Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

I Putu Kusuma Yudha, I Wayan Rupa & Anak Agung Gde Rai Griya

Penerbit

:

Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, Direktorat jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

122

ISBN

:

978-602-7961-23-4

Sumber

:

https://repositori.kemdikbud.go.id

Download

:

Di Sini


Setiap etnis yang ada di Indonesia memiliki sistem kesenian yang berbeda, beda tergantung pada kebutuhannnya dalam mengekspresikan budayanya. Salah satunya adalah etnis Dawan. Etnis Dawan merupakan salah satu etnis tertua dan terbesar yang ada di Pulau Timor, Nusa Tenggara. Etnis Dawan ini menempati seluruh wilayah Timor Barat, tersebar di 3 kabupaten yaitu kabupaten Kupang, kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Timor Tengah Utara provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Etnis Dawan sering disebut juga sebagai orang Atoni Pah Meto. Orang Atoni ini kebanyakan hidup di daerah pedalaman. Mereka hidup sebagai petani. Selain itu kehidupan mereka sangat tergantung dari alam. Menurut mereka alam memberikan kesejahteraan bagi manusia, tapi bisa juga mendatangkan malapetaka.

Masyarakat etnis Dawan, memiliki sistem kesenian yang kompleks yang menemani kehidupan sehari harinya, meliputi seni musik, seni tari, seni suara, kerajinan-kerajinan tangan, ukiran dan tato. Sistem kesenian tersebut tentunya memiliki fungsi yang mendukung kehidupan masyarakat etnis Dawan. Ditengah kehidupan modem yang semakin mengepung masyarakat daratan Timor secara keseluruhan termasuk juga etnis Dawan, sistem kesenian harus mampu menjaga eksistensinya, dan bahkan mampu berkembang ditengah tuntutan masyarakat yang semakin beragam. Demikian juga fungsi dan nilai yang terkadung dalam kesenian etnis Dawan harus diartikan dan diterjemahkan dengan penafsiran-penafsiran yang bersifat positif sehingga generasi penerus dapat memetik pelajaran-pelajaran yang terkandung di dalamnya. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...