Kamis, 04 Agustus 2022

Cina Timor: Baba, Hakka dan Kantonis dalam Pembentukan Timor Leste

Judul

:

Cina Timor: Baba, Hakka dan Kantonis dalam Pembentukan Timor-Leste

Penulis

:

Douglas Kammen & Jonathan Chen

Penerbit

:

Kompas

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

304

ISBN

:

978-623-346-319-5

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Ada

 

Meskipun etnis Tionghoa adalah minoritas kecil di koloni Eropa yang paling terbelakang, mereka punya peran penting dalam perkembangan Timor Portugis dan pembentukan Timor-Leste modern. Berbeda dari persepsi umum yang menggambarkan mereka sebagai pedagang komprador yang hanya mencari untung atau sebagai korban malang dari kekerasan massal yang kerap berulang secara tragis, buku ini menjabarkan asal-usul beragam etnis Tionghoa di Timor Portugis: para perintis Hokkien yang keturunannya terlibat dalam perdagangan dengan negara kolonial sekaligus juga menentang negara kolonial, para petani Hakka dari Delta Sungai Mutiara dan wilayah Meixian di Guangdong, para pegawai kolonial dari Makau, dan narapidana asal Kanton yang dibuang untuk menjalani hukuman mereka di Timor. Berdasarkan berbagai sumber utama Asia dan Eropa, buku ini menelusuri titik-titik persimpangan praktik negara kolonial, wadah perkumpulan orang Tionghoa, dan cita-cita republik yang darinya tumbuh identitas yang khas sebagai orang Cina Timor.

Senin, 01 Agustus 2022

Islam di Nusa Tenggara Timur: Pasang Surut Kesultanan Menanga Solor Abad XVI-XVIII

Judul

:

Islam di Nusa Tenggara Timur: Pasang Surut Kesultanan Menanga Solor Abad XVI-XVIII

Penulis

:

Ruslan Kasim, M.Hum

Penerbit

:

Simaharaja

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

156

ISBN

:

978-623-02-3772-0

Sumber

:

https://ecampus.unusia.ac.id/

Download

:

Di Sini

 

 

Pulau Solor, Flores Timur menjadi saksi penting masuknya tiga agama besar (Islam, Katholik, Kristen) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan Benteng Lohayong yang dibangun Portugis (1566) menjadi awal diskusi masuknya agama di NTT. Begitu juga keberadaan Masjid alHuda dan tiga makam penting yaitu makam Imam Patiduri, makam Sultan Menanga I Sahbuddin bin Ali bin Salman alFarisi dan makam Nyai Sili Pertawi (Istri Kedua Sulatan Menanga I) menjadi bukti sejarah Kesultanan Menanga Solor itu sendiri. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab pertanyaan (1) Bagaimana Masa Perkembangan dan Kejayaan Kesultanan Menanga Solor; (2) Bagaimana Keruntuhan Kesultanan Menanga Solor; dan (3) Bagaimana dampak dari keruntuhan Kesultanan Menanga Solor terhadap keberlangsungan Islam?

Pendekatan kajian menggunakan pendekatan sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir setiap wilayah yang merupakan basis masyarakat muslim merupakan hasil dari usaha Kesultanan Menanga dalam proses ekspansi wilayah kekuasaan. Karena melemahnya kekuatan federasi Solor Watan Lema mengakibatkan Belanda berhasil membumihanguskan Kesultanan ini. Oleh karena itu, keberlangsungan perkembangan Islam pun mulai mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena setelah masa keruntuhan Kesultanan Menanga, Islam tidak diperankan dengan baik oleh rakyat kecil maupun tokoh masyarakat. Berbeda dengan rekan bergulatnya, Katolik dan Kristen yang kian bergerak ke depan karena didukung penguasa saat itu.

 

 

Minggu, 31 Juli 2022

Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Kesehatan dan Percepatan Akses Air Minum Sanitasi Perdesaan

Judul

:

Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Kesehatan dan Percepatan Akses Air Minum Sanitasi Perdesaan (Panduan Bagi Pemerintah Desa Untuk Pembangunan Air Minum dan Sanitasi Perdesaan)

Penulis

:

Micael Johan S. Takesan, S.K.M., M.Si

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

133

ISBN

:

978-623-02-4077-5

Harga

:

-

Status

:

Kosong

 


Air minum dan sanitasi yang layak adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Tanpa keduanya, manusia akan mengalami kesulitan untuk menjalani kehidupan. Sanitasi dan air minum/bersih merupakan hal yang saling berkaitan. Penyediaan fasilitas sanitasi layak sangat tergantung pada ketersediaan air minum/bersih yang layak. Begitu pun sebaliknya, untuk mendapatkan air minum yang aman diperlukan upaya pengelolaan sanitasi yang baik.

 

Sektor air minum dan sanitasi merupakan pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Tidak memadainya prasarana dan sarana air minum dan sanitasi, khususnya di pedesaan dan daerah pinggiran kota (peri-urban) berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan dan lingkungan yang memiliki dampak lanjutan terhadap tingkat perekonomian keluarga. Penyediaan air minum dan sanitasi yang baik akan berpengaruh pada peningkatan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan penghematan waktu yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi yang baik. Ketiga hal ini kemudian berdampak lanjutan bagi peningkatan produktivitas masyarakat nantinya

 

Buku panduan ini akan menjawab berbagai diskusi, perdebatan sekaligus pertanyaan, bagaimana memprioritaskan pembangunan air minum/air bersih dan sanitasi untuk mendukung desa sehat, sektor ekonomi dan pariwisata di Provinsi NTT. Buku ini membantu Pemerintah Desa untuk memperkuat kembali marwah kesehatan lingkungan yang mampu mengatasi berbagai persoalan yang diakibatkan buruknya kondisi lingkungan seperti tingginya kasus diare, pneumonia pada anak, gizi buruk, stunting bahkan sebagai salah satu langkah penting dalam penerapan kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian penularan COVID-19 di NTT.


Kolaborasi Inovasi Percepatan Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disiase (COVID) 19 Di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Kolaborasi Inovasi Percepatan Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disiase (COVID) 19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Micael Johan S. Takesan, S.K.M., M.Si

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

68

ISBN

:

978-623-02-3772-0

Harga

:

-

Status

:

Kosong

 


Coronavirus atau disebut juga dengan virus Corona merupakan keluarga besar virus yang mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan. Infeksi yang dialami oleh manusia jika terinfeksi virus ini mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius seperti pneumonia, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Adapun coronavirus varian baru pertama kali muncul sebagai suatu wabah luar biasa yang melumpuhkan Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Lalu, virus baru tersebut dinamai dengan Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Hingga kini, Indonesia masih terus bergelut melawan virus Corona. Pasalnya, jumlah kasus virus Corona kian bertambah. Mulai dari orang tanpa gejala, bergejala ringan dan berat yang membikin rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan penuh bahkan overload. Usaha penanganan dan pencegahan ini mesti harus digalakkan demi melawan COVID-19.

Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Indonesia juga menetapkan status Covid-19 ini sebagai darurat bencana nonalam. Menyikapi penetapan tersebut, pemerintah dan semua pihak meresponsnya dengan melakukan aksi dan mengambil Tindakan guna mengendalikan persebaran covid-19.

Salah satu langkah utama yang diupayakan dalam rangka pengendalian Covid-19 adalah memperhatikan persoalan air dan sanitasi. Air menjadi unsur paling vital, sedangkan sanitasi berkaitan erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat, di mana perilaku atau kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun menjadi tindakan preventif yang utama dalam pencegahan Covid-19 selain social dan physical distancing, serta mengenakan masker.

Sabtu, 30 Juli 2022

Nusantara Semasa Raffles

Judul

:

Nusantara Semasa Raffles, Catatan dan Laporan Perjalanan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Timor, Rotti, Sawu, Flores dan Sumba

Penulis

:

Annabel The Gallop, dkk

Penerbit

:

Ombak

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

281

ISBN

:

978-602-258-555-4

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Ada

 

Selepas menjabat Letnan Gubernur di Jawa (1811-1816) dan menulis buku ensiklopedis The History of Java (1817), Sir Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Letnan Gubernur Bengkulu di Sumatra (1818-1824), letnan gubernur pos dagang Britania kecil di Bengkulu. Sir Thomas (gelar itu diberikan kepadanya sebagai hiburan atas kecaman para Direktur Perusahaan India Timur, East India Company) bukanlah orang yang puas hanya mengurusi tanaman lada dan kebun-kebun kecil pohon cengkeh di Bengkulu. Selama di sana, sosok cerdik, trengginas, dan fasih berbahasa Melayu ini di luar misi imperialisme perdagangan memerintahkan para pejabat di bawah otoritasnya untuk memberikan catatan dan laporan perjalanan (travelogue) mereka ke berbagai wilayah. Bahkan Raffles sendiri turut serta dalam perjalanan dari Bengkulu ke Palembang yang ditempuh dengan berjalan kaki dan naik perahu pencalang kala menyusuri sungai; dan perjalanannya beserta istrinya, Shopia Raffles, ke Minangkabau, yang tertuang dalam bentuk syair di bawah judul “Syair Peri Tuan Raffles Pergi ke Minangkabau: Sebuah Laporan Berbahasa Melayu tentang Ekspedisi Kedua Raffles ke Dataran-dataran Tinggi Sumatra pada 1818”.

 

Laporan perjalanan tersebut dituangkan ke dalam enam jilid buku bertitel Malayan Miscelanies. Adapun catatan dan laporan perjalanan dalam buku ini berasal dari sepilihan tulisan di dalam dua jilid pertama dan kedua buku tersebut yang merekam berbagai catatan dan laporan perjalanan baik di wilayah Pulau Perca (Sumatra), Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), Bali, Timor, Sawu, Rotti, Solor, Flores dan Sumba. Dilengkapi pula dengan tulisan Annabel Teh Gallop tentang Adat Aceh: Bina Negara Kerajaan Melayu Abad ke-17. Tak pelak, buku ini dapat menggenapi The History of Java, yang ditulis sendiri di Inggris oleh Raffles sehingga layak ditabalkan sebagai salah seorang pelopor kajian Jawa.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...