Selasa, 03 Oktober 2017

Pancasila Lahir di Bumi NTT (Pidato Soekarno di Hadapan Sidang BPUPKI 1 Juni 1945)

Judul
:
Pancasila Lahir di Bumi NTT (Pidato Soekarno di Hadapan Sidang BPUPKI 1 Juni 1945)
Penyunting
:
Valeri Guru
Penerbit
:
Dinas Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tahun Cetak
:
2017
Halaman
:
260
ISBN
:
978-602-50160-0-4
Status
:
Kosong

Dalam konteks Indonesia yang beragam, Pancasila merupakan jawaban terhadap tantangan bersama rakyat Indonesia di awal berdirinya bangsa ini. Pancasila dilahirkan dari kenyataan ketika rakyat Indoensia menghadapi pertanyaan yang sangat mendesak dan menentukan setelah kemerdekaan, yaitu negara macam apa yang harus rakyat Indonesia bangun supaya rakyat Indonesia tetap hidup bersatu. Pancasila telah menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia yang dapat diterima oleh semua pihak. Pancasila dapat menimbulkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dapat membawa keutuhan NKRI. (Pdt. DR. Merry Kolimon, Ketua Sinode GMIT)

Pancasila merupakan anugerah-Nya yang terindah bagi perjalanan bangsa Indonesia dan NTT (Ende) sebagai bumi lahirnya; tidak saja untuk dibanggakan. Tapi lebih dari itu, bahwa NTT harus mampu menjadi miniature Indonesia yaitu tempat bersandingnya keberagaman dan nilai-nilai toleransi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap anak bangsa. Karena itu, fenomena radikalisme dan gerakan intoleransi adalah gambaran amat rendahnya basis pemahaman anak bangsa terhadap Pancasila sebagai dasar NKRI. Saatnya Pancasila dan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya digalakkan kembali secara massif menghiasi lorong-lorong ruang perbincangan/diskursus harian kita pada level generasi anak bangsa dan itu merupakan tanggungjawab bersama. (Yuvensius Tukung, S. Pd, anggota DPRD Kota Kupang Provinsi NTT, Fraksi Nasdem periode 2014-2019 dan Ketua Pemuda Katolik Kota Kupang)

Inisiatif Dinas Perpustakaan Provinsi NTT menerbitkan buku ini sangat positif. Saya mendukung langkah Perpustakaan Provinsi NTT dan Pemerintah Provinsi NTT karena semakin membuktikan NTT adalah Nusa (yang) Tetap Toleran. Pengalaman membuktikan bahwa perbedaan apapun baik suku, agama, ras dan antargolongan bukan masalah tetapi mozaik indah yang terus dirawat dan ditumbuhkembangkan di tanah Flobamorata. Berbanggalah NTT sebagai Nusa Tetap Toleran sepanjang massa. (Petrus Bala Pattyona_Advokat dan Pengacara Jakarta asal Lembata-NTT)

Pertanyaannya: apakah Pancasila ini masih sakti? Jawabannya: Ya, Masih sakti karena Pancasila mempersatukan Bangsa Indonesia menjadi satu dalam bingkai NKRI (Drs. H. Abdul Kadir Makarim, Ketua Umum MUI Provinsi NTT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...