Kamis, 26 Oktober 2017

Agroforestri Berbasis Cendana, Sebuah Paradigma Konservasi Flora Berpotensi di Lahan Kering NTT

Judul
:
Agroforestri Berbasis Cendana, Sebuah Paradigma Konservasi Flora Berpotensi di Lahan Kering NTT
Penulis
:
Albert Husein Wawo & Rochadi Abdulhadi
Penerbit
:
LIPI
Tahun Cetak
:
2006
Halaman
:
72
ISBN
:
979-26-2461-9
Harga
:
Rp. 65.000
Status
:
Kosong

Lebih dari 10 tahun LIPI secara aktif melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu diantaranya adalah pengembangan Model Agroferestri Berbasis Cendana (Model ABC). Semua orang tahu bahwa provinsi NTT merupakan kawasan lahan kering dengan curah hujan terbatas. Masyararakat lokal dengan melakukan aktivitas pertanian dan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya hayati lainnya terpusat pada musim hujan dan periode sisa-sisa hari hujan yang jika diukur memiliki rentang waktu 4-5 bulan. Dampak keterbatasan curah hujan dan waktu pengelolaan sumber daya hayati, serta kurangnya penguasaan iptek dalam pengelolaan sumber daya hayati menyebabkan pendapatan per kapita para petani, peternak, nelayan masih sangat rendah. Akibatnya muncul berbagai masalah seperti: terjadinya kekurangan pangan setiap tahun, timbulnya kerawanan sosial, dan terjadi degradasi lingkungan.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena pada kawasan yang kering ini dikaruniai tumbuhan endemik yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tumbuhan ini adalah cendana (Santalum album L.) yang dalam bahasa daerah disebut haumeni (Dawan), ai kamelin (Tetun), ai nitu (Sumba Timur) dan kaju ata (Ngada). Namu pada saat ini kayu yang memiliki potensi ekonomi dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT telah terancam langkah sebagai akibat dari kerusakan lingkungan dan over eksploitasi. Oleh karena itu perlu upaya langkah nyata untuk melestarikan.

Buku Agroforestri Berbasis Cendana merupakan kumpulan informasi hasil kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh peneliti LIPI selama beberapa tahun di Timor, Sumba dan Flores. Kami yakin bahwa buku ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan cendana dan jenis-jenis flora berpotensi lainnya oleh para petani, pecinta tumbuhan, dosen dan para pemangku kebijakan di daerah. Selain itu, buku ini juga sebagai salah satu bentuk pertanggung-jawaban peneliti terhadap ilmu yang digelutinya dan akuntabilitas Sub Program Wilayah Perbatasan, Program Kompetitif LIPI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...